Produk SMART Telecom
Showing newest posts with label Tips and trik. Show older posts
Showing newest posts with label Tips and trik. Show older posts

Sunday, November 8, 2009

Work Hard vs Work Smart

artikel ini diambil dari: http://cosaaranda.com/work-hard-vs-work-smart.html#more-128

Sudah membaca artikel saya di sebelah mengenai Cara Menghitung Nilai Jual Anda, kan? Artikel tersebut menunjukkan, bahwa pada bisnis internet, it’s not about how hard you work. Lha wong salah satu alasan Anda memilih bekerja di dunia maya pasti karena ingin punya banyak waktu luang untuk diri sendiri maupun untuk keluarga kok. Terus apa gunanya kalau setiap hari Anda standby di depan laptop 16 jam sehari (yang 8 jam sisanya untuk tidur, hehehe). Bisnis internet adalah tentang how smart you work karena faktanya memang banyak sekali yang bisa menggantikan kerja Anda dalam mengurusi segala bisnis internet yang bisa Anda jalani. Gak perlu repot lagi, kan?

Nah, pembahasan kali ini, karena ada hubungannya dengan hard dan smart, maka tidak akan saya sampaikan dalam bentuk verbal. Melainkan dalam bentuk visual alias gambar. Pelajari baik-baik rangkaian gambar yang saya sajikan di bawah ini (ada bocorannya sedikit kok) dan setelah itu coba simpulkan (di bagian komentar) apa inti sebenarnya dari konsep work hard dalam dunia bisnis internet ini.

Yuk, mulai.


Perbandingan Antara Konsep Work Hard Dengan Work Smart

Transformasi Dari Konsep Work Hard ke Work Smart

Yang Seharusnya Anda Pelajari Selama Menjalankan Konsep Work Hard

Strategi Work Smart

Friday, March 27, 2009

Konsep Marketing Di Internet

Pemasaran atau yang lebih dikenal dengan istilah marketing memiliki arti yang jelas bagi sebuah organisasi berorientasi profit. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kebutuhan (demand creation) di dalam pasar (market) agar terciptalah proses pertukaran barang dan jasa antara perusahaan dan pelanggan (transaksi jual-beli). Agar proses tersebut efektif, maka perusahaan harus membangun dan mengembangkan strategi pemasarannya masing-masing. Sehubungan dengan hal tersebut, ada dua hal penting yang harus menjadi fokus perusahaan, yaitu: aktivitas komunikasi (communication task) dan aktivitas operasional (operating task).
Di internet, terdapat beberapa perbedaan strategi yang harus dimengerti oleh praktisi manajemen dalam melakukan aktivitas marketing karena adanya karakteristik khusus di dunia maya yang tidak dikenal di dunia nyata. Dengan berpegang pada prinsip marketing seperti yang dikemukakan di atas, maka paling tidak secara langsung maupun tidak langsung terdapat 8 (delapan) aspek atau fungsi yang harus diperhatikan sebagai berikut:
1. Buying – meyakinkan bahwa cukup tersedia jumlah produk yang ditawarkan kepada masyarakat agar jika sewaktu-waktu ingin dibeli mereka pasti mendapatkannya;
2. Selling – menggunakan berbagai media semacam iklan, radio, televisi, maupun mulut ke mulut (personal selling) untuk mempromosikan produk secara langsung kepada pelanggan;
3. Transporting – memindahkan produk ke tempat-tempat yang mudah diakses oleh pelanggan;
4. Storing – menyimpan produk yang ada dengan baik sehingga tidak terjadi kerusakan ketika berada di tangan pelanggan;
5. Standardization and Grading – menjaga agar keseluruhan produk selalu sesuai dengan kualitas yang dijanjikan, terutama yang berkaitan dengan ukuran, berat, warna, dan variabel-variabel lainnya;
6. Financing – memberikan kemudahan pembayaran bagi mereka yang menginginkan produk tersebut;
7. Risk Taking – meyakinkan kepada calon pembeli akan kecilnya resiko yang dapat menghambat kegiatan jual beli antara mereka dengan pihak perusahaan; dan
8. Information Gathering – mengumpulkan informasi mengenai pelanggan maupun para pesaing bisnis agar perusahaan dapat selalu memperbaiki strategi marketing-nya.

Friday, January 30, 2009

Website harus memiliki Satu tujuan yang jelas

Saat Anda merencanakan sebuah website, Anda harus menentukan secara spesifik tujuan atau
fungsi utama dari website tersebut.
Langkah terpenting berikutnya adalah menentukan tujuan dari halaman pertama website Anda.
Halaman pertama adalah halaman website yang pengunjung Anda akan lihat ketika mereka ketik URL website Anda.
Jika Anda ingin website yang efektif, maka halaman pertama website Anda harus mengarahkan
pengunjung yang datang untuk melakukan 1 hal saja, sesuai dengan keinginan Anda.
1 hal tersebut bisa saja:
• Klik link ini
• Download file
• Isi nama & email
• Membeli
• Refer teman
• Ambil newsletter
• Dan lainnya
Hanya boleh 1 tujuan, jika ingin hasil yang optimal, karena jika halaman website Anda memiliki
banyak tujuan, hal tersebut dapat membingungkan pengunjung, dan akhirnya hasilnya tidak akan efektif.

Sunday, January 25, 2009

Viral Marketing

Banyak orang yang menganggap bahwa Viral Marketing adalah MLM. Tidak..!! Viral Marketing bukan MLM, malahan sangat bertolak belakang. Dalam MLM seorang member harus membeli starter kit, wajib mengikuti seminar atau acara-acara yang dilangsungkan oleh perusahaan, dan harus menjual. Tidak demikian di program Viral Marketing. Dalam Viral Marketing, kita berbicara mengenai cara belanja. Ya, cara berbelanja seperti halnya perusahaan memberikan bonus atau reward kepada konsumennya. Bukan cara cepat menjadi kaya seperti yang di gembar gemborkan oleh MLM yang manipulatif, meski peluang ini juga terbuka lebar di program Viral Marketing.
Viral Marketing juga sering dikenal dengan istilah V-marketing, Sharing Marketing, Tell Your Friends Reward Program ( TYF Reward Program ) dan sebagainya, tapi yang paling dikenal adalah Viral Marketing. Sharing marketing juga sering dikutip untuk menjelaskan program ini. Alasannya karena perusahaan membagikan sebagian keuntungan mereka kepada konsumen ( anggota / member ).
Sebenarnya kehadiran Viral Marketing ini berawal dari kejadian hidup sehari-hari yang sering kita lakukan. Kita selalu menceritakan apa yang kita alami baik hal negatif atau positif. Ketika kita habis menonton film yang bagus, kita pasti akan bercerita kepada teman teman kita tentang kedahsyatan film tersebut. Mungkin anda masih ingat bagaimana film "Ayat Ayat Cinta" begitu menggemparkan dunia perfilman nasional kita. Sehabis menonton film tersebut, banyak orang yang akan menceritakan kedahsyatan film itu ke teman-teman mereka, sehingga semakin banyak orang yang begitu penasaran ingin menyaksikannya. Bahkan Presiden dan Wapres juga sempat menyediakan waktu luangnya hanya sekedar untuk menyaksikan kedahsyatan film tersebut.
Sehabis makan bakso yang enak, kita cerita juga kepada teman-teman. Sehabis berbelanja di sebuah toko yang memberikan diskon, kita pun bercerita kepada teman-teman. Alasannya, agar teman-teman kita juga merasakan apa yang kita nikmati. Lalu apa yang akan diberikan perusahaan kepada kita? Tentu tidak ada bukan? Bahkan ucapan terimakasih saja tidak.
Nah disinilah program Viral Marketing akan menyiasatinya. Selalu ada bonus dan reward bagi setiap konsumen yang berhasil menceritakan keunikan perusahaan dengan programnya ini dan berhasil mengajak teman-temannya menjadi konsumen setia di perusahaan tersebut.
Disamping itu, sebagai konsumen kita biasanya lebih percaya kepada orang-orang atau teman-teman disekeliling kita. Dengan demikian, kita pun lebih mudah melakukan apa yang dilakukan atau dianjurkan teman-teman kita. Disinilah Viral Marketing bermain. Membiarkan teman kita menjadi sponsor kita atau kita yang menjadi sponsor bagi mereka.
Karena Viral Marketing adalah program bisnis pemasaran jaringan, sudah pasti bersifat networking. Semua bisnis tentunya membutuhkan jaringan. Kita membutuhkan jaringan untuk memberitahu orang mengenai usaha kita. Kita perlu jaringan promosi dari mulut ke mulut, meski tidak semua perusahaan bisa memperolehnya. Jaringan informasi dari mulut ke mulut jauh lebih efektif daripada iklan apapun. Customer Satisfaction Talk Loudly Than Advertisment. Inilah yang nantinya akan disiasati program Viral Marketing secara cerdik.
Tulisan ini saya susun dengan bahasa yang sederhana dan dikemas dalam bentuk "Tanya-Jawab". Hal ini tak lain agar apa yang ingin saya ungkapkan lebih mudah ditangkap dan dimengerti. Saya memilih satu perusahaan atau produk tertentu untuk saya jelaskan bagaimana program Viral Marketing ini bisa dijalankan. Perusahaan yang saya contohkan disini adalah perusahaan yang telah mengadopsi konsep Viral Marketing secara murni. Saya sendiri juga merupakan member ( anggota ) dari perusahaan tersebut. Dan saya sangat merekomendasikan agar anda nantinya juga ikut menjadi bagian dari perusahaan yang sudah mulai booming ini. Nama perusahaan itu adalah : PT. Dynasis Golden Infinity atau yang lebih biasa dikenal dengan "DYNASIS".
Dunia bisnis begitu kompleks dan rumit. Inilah salah satu sumbangan saya untuk bisnis yang kompleks ini. Mari kita rangkai sebuah jaringan bisnis yang mengglobal di seluruh dunia dengan program Viral Marketing ini. Selamat datang di dunia Viral Marketing.

Tuesday, October 21, 2008

How to Become As Rich As Bill Gates

Lesson 3: Acquire Research Results by Hiring and Buying

Cows and Church.  Tingstade (northern Gotland). Conventional (loser) economic wisdom holds that monopolies should spend heavily on research because they are in a position to capture the fruits of the research. But if you want to become as rich as Bill Gates, you have to remember that it is cheaper to wait for a small company to come up with something good and then buy them. In the old days, antitrust laws kept monopolies from buying potential competitors. But not anymore. When Microsoft products were threatened by network computers and Web-based applications, they simply bought WebTV and Hotmail.

Another good strategy is to hire the right people. Some of the guys who wrote Microsoft Windows had previous worked on window systems at Xerox PARC. So Xerox paid for the research; Microsoft paid only for development.

In the long run a tech company without research probably can't sustain its market leadership. So you'll eventually need to build something like research.microsoft.com (check out netscan.research.microsoft.com to see some interesting online community research).

Lesson 4: Let Other People Do the Programming

South Island, New Zealand If you're a great engineer, it can be frustrating to rely on other people to translate your ideas into reality. However, keep in mind that the entire Indian subcontinent is learning Java. And that if Microsoft, Oracle, SAP, and Sun products simply worked and worked simply, half of the world's current IT workers would be out of a job. You're not going to get rich being "just a coder." Especially working in painful low-level imperative languages such as C or Java. It might be worth writing your own SQL queries and HTML pages since these tend to be compact and easier than precisely specifying the work for another person to do. But basically you need to get good at thinking about whether a piece of software is doing something useful for the adopting organization and end-user. Bill Gates does code reviews, not coding.

[If you aren't sure that you need to be filthy rich and like to do some coding, see this old misguided article for more about what it might mean to be a great software engineer.]

source: http://philip.greenspun.com/bg/

How to Become As Rich As Bill Gates

Lesson 1: Choose Your Grandparents Carefully

Sequoia National Park, California
"There are three ways to make money. You can inherit it. You can marry it. You can steal it."
-- conventional wisdom in Italy
William Henry Gates III made his best decision on October 28, 1955, the night he was born. He chose J.W. Maxwell as his great-grandfather. Maxwell founded Seattle's National City Bank in 1906. His son, James Willard Maxwell was also a banker and established a million-dollar trust fund for William (Bill) Henry Gates III.

In some of the later lessons, you will be encouraged to take entrepreneurial risks. You may find it comforting to remember that at any time you can fall back on a trust fund worth many millions of 1998 dollars.

Lesson 2: Choose Your Parents Carefully

Redwood.  King's Canyon National Park, California.
"A young man asked an old rich man how he made his money. The old guy fingered his worsted wool vest and said, "Well, son, it was 1932. The depth of the Great Depression. I was down to my last nickel. I invested that nickel in an apple. I spent the entire day polishing the apple and, at the end of the day, I sold the apple for ten cents. The next morning, I invested those ten cents in two apples. I spent the entire day polishing them and sold them at 5 pm for 20 cents. I continued this system for a month, by the end of which I'd accumulated a fortune of $1.37. Then my wife's father died and left us two million dollars."
William Henry Gates, Jr. and Mary Maxwell were among Seattle's social and financial elite. Bill Gates, Jr. was a prominent corporate lawyer while Mary Maxwell was a board member of First Interstate Bank and Pacific Northwest Bell. She was also on the national board of United Way, along with John Opel, the chief executive officer of IBM who approved the inclusion of MS/DOS with the original IBM PC.

Remind your parents not to send you to public school. Bill Gates went to Lakeside, Seattle's most exclusive prep school where tuition in 1967 was $5,000 (Harvard tuition that year was $1760). Typical classmates included the McCaw brothers, who sold the cellular phone licenses they obtained from the U.S. Government to AT&T for $11.5 billion in 1994. When the kids there wanted to use a computer, they got their moms to hold a rummage sale and raise $3,000 to buy time on a DEC PDP-10, the same machine used by computer science researchers at Stanford and MIT.

Note: Recall that in the 1980s we venerated Donald Trump and studied his "art of the deal". If Donald Trump had taken the millions he inherited from his father and put it all into mutual funds, you'd never have had to suffer through one of his books. But he'd be just about as rich today.

source: http://philip.greenspun.com/bg/